Jumat, 13 November 2009

politik anti poltik

Politik Anti Politik
Oleh: Febry arisandi
Politik menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan seperti sistem pemerintahan dan dasar pemerintahan. Menurut teori klasik aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Berpolitik menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah menjalankan atau menganut paham politik, ini berarti ikut serta dalam urusan politik. Undang-undang dasar 1945 menjamin hak-hak warga negara dalam berpolitik, yang kemudian di implementasikan lewat undang-undang No.39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Dalam pasal 23 ayat 1 undang-undang No.39 tahun 2009 disebutkan bahwa setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politiknya. Kemudian ditegaskan lagi dalam pasal 24 ayat 1 undang-undang No.39 tahun 2009 bahwa setiap orang berhak untuk berkumpul,berapat,dan berserikat untuk maksud damai. Kesemua ini tentunya tetap harus memperhatikan nilai-nilai agama,kesusilaan,ketertiban,kepentingan umum,dan keutuhan bangsa.
Pemilihan raya (Pemira) adalah ajang pemilihan presiden mahasiswa dan senat mahasiswa. . Di fakultas Hukum Universiras Diponegoro dahulu Pemira dikenal dengan Pemiltas(pemilihan fakutas). Tentunya disini kita tidak membahas dan kemudian memperdebatkan kedua nama itu. Menjadi menarik karena Pemilihan raya menjadi ajang kompetisi politik,prestasi,visi dan misi atau bahkan gengsi. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mahasiswa itu memiliki dua fungsi:
1. Akademisi/intelektual
2. Masyarakat
Fungsi pertama yang menyebutkan mahasiswa sebagai akademisi/intelektual menjelaskan bahwa menuntut ilmu dikampus merupakan tugas utama mahasiswa sebagai bekal dikemudian hari kelak. Tapi jangan melupakan fungsi kedua mahasiswa sebagai masyarakat, mahasiswa memiliki hak politik dan hak untuk berpolitik sebagaimana diatur didalam undang-undang 1945 yang kemudian diimplementasikan dalam undang-undang No.39 tahun 1999 tentang HakAsasi Manusia. Heran kalau kemudian ada mahasiswa yang mengatakan bahwa dia tidak suka politik atau saya anti politik. Politik sebagaimana dijelaskan di atas tadi adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan,atau kenegaraan. Seperti sistem pemerintahan atau dasar pemerintahan. Bagaimana mungkin kita bisa disebut sebagai warganegara yang baik kalu kita tidak mengerti dan mengetahui Negara kita sendiri? Sama halnya dengan lingkungan kampus atau yang terkecil seperti fakultas. Menurut saya jika dipersempit lagi politik kampus berarti pengetahuan mengenai tata kampus,pergerakan mahasiswa,aktivitas organisasi mahasiswa. Tidak melulu politik di identikkan dengan ketidakjujuran,.kebohongan, pengkhianatan, injek sana-injek sini seperti yang dicontohkan senior-senior kita yang berkancah di dunia perpolitikan nasional.

Fremerey mengemukakan bahwa sebagai salah satu kelompok masyarakat, mahasiswa mempunyai peranan yang penting sebagai kekuatan politik(political pressure group) karena sifatnya yang sebagai berikut:
· Pekerjaannya yang luas, kebebasan atas keuangan dan keluarga,penyelesaiannya melalui jaingan komunikasi informal yang relative dekat, sebaik control yang terbatas dari aktivitas yang dilakukan jajaran eksekutif (fremerey,M. 1976)
Lipset juga berpendapat bahwa mahasiswa dapat diperhtungkan sebagai kelompok yang punya kekuatan politik oleh karena mahasiswa sebagai lapisan social lebih responsive pada trend politik,untuk merubah Susana hatinya,keempatan untuk melakukan aksi,dari pada kelompok lain didalam populasi. Teranglah bahwa peran mahasiswa dalam masyarakat oleh beberapa sarjana tidak dipandang hanya terbatas pada kritik dan control social,melainkan lebih jauh lagi. Bisa merupakan kekuatan politik yang mampu merangsang terjadinya perubahan-perubahan social-politik dinegara itu.
Mahasiswa sebagai agent of change tentunya harus berperan dan berpartisipasi aktif didalam pergultan dunia kampus dan masyarakat, sebagai wujud tanggung jawab moril dan sosial. Fakultas hukum universitas diponegoro adalah fakultas yang dinamis, iklim pergerakan mahasiswa dikampus dimana didalamnya termasuk aktifitas kemahasiswaan tidak bisa dilepaskan dari siapa yang menjadi pemimpin di lembaga Badan eksekutif mahasiswa dan senat mahasiswa. Pemimpin lembaga itu haruslah mahasiswa yang cerdas, tidak hanya secara akademis tetapi secara spiritual,politik,dan sosial masyarakat. Mahasiswa tidak selayaknya mengurung dirinya didalam lingkungan kampus. Mahasiswa harus terbuka dan menerima hal-hal lain yang ada diluar kampus.
Sudah menjadi rahasia umum jika pada saat pemilihan raya akan banyak isu-isu yang berkembang di lingkungan kampus. Mulai dari isu membawa kepentingan kelompok dan golongan, isu kader partai politik, isu radikal dan ekstrim. Yang mana kesemua itu tidak terbukti,hanya sampai pada tataran isu yang menurut hemat saya merupakan dinamika dalam percaturan politik kampus. Pemilihan raya merupakan wadah demokrasi mahasiswa dilingkungn kampus, tempat mencurahkan kepeduliannya terhadap kampus dan mahasiswa lewat senat dan badan eksekutif mahasiswa. Gerakan ekstra parlementer sering sekali dianggap sebagai aktor intelektual di balik majunya mahasiswa dalam pemilihan senat dan presiden BEM. Elemen ekstra parlementer sering dianggap menunggangi calon senat dan mahasiswa tapi sekali lagi kesemua itu tidak terbukti. Mereka-mereka yang menjadi senat dan presiden mahasiswa adalah mahasiswa yang terpilih, mahasiswa yang pada saat pemilihan raya mampu mendapatkan simpati dan dukungan dari mahasiswa lainnya. Dimana dukungan konstituen atau pemilih calon senat dan presiden BEM memberikan legitimasi terhadap para mahasiswa yang terpilih itu.
Gerakan mahasiswa dewasa ini banyak mengalami metamorphosis. Apatisme mahasiswa terhadap elemen ekstra parlementer yang berujung pada ketidak percayaan dan saling curiga diantara mahasiswa kemudian berujung pada perpecahan. Hal ini harus diantisipasi, jangan sampai melemahkan gerakan mahasiswa. Kekecewaan yang menumpuk itu membuat mahasiswa benci akan politik kampus, menurut mereka politik itu kotor,pragmatis,dan cenderung menjatuhkan mahasiswa lain. Menurut hemat saya mahasiswa yang kecewa tersebut membentuk barisan sendiri “barisan sakit hati”, yang kemudian mereka mengusung ideologi sendiri yang menurut mereka menjauhkan mahasiswa dari politik. Karena benci akan politik. Tapi sebenarnya mereka telah berpolitik, politik anti politik. Kekuasaan cenderung membuat mahasiswa gelap mata. Lupa siapa teman, lupa substansi tugas mahasiswa.
Pemilihan raya yang diselenggarakan nanti, haruslah mampu mewwujudkan demokrasi yang langsung,umum,bebas dan rahasia. Ditambah lagi jujur dan adil. Komisi pemilihan raya sebagai penyelenggara harus mampu bertindak mandiri. Bebas dari intervensi dan afiliasi. Upaya mewujudkan lembaga kampus yang mendapatkan legitimasi penuh dari mahasiswabukanlah sesuatu yang mustahil. Perlu kerja keras untuk mensosialisasikan pemilihan raya kali ini. Dan terpenting massifkan gerakan sosialisasi pada pemilih pemula, yang dalam hal ini angkatan 2009.
Hidup mahasiswa!!!!.. hidup rakyat indonesia!

Minggu, 07 Juni 2009

MALU

AKU TAU BETAPA MALU A MENJADI PECUNDANG... hari HaRI dilalui dengan Mengikuti orang lain... dilahirkan tapi tak berguna... punya otak tapi tak dipakai.. punya mata melihat maksiat.. pnya mulut untuk ngobrol yang gak penting,, punya tangan untuk megang yang bukan muhrim... tau kah kau betapa diluar sana dunia telah berkembang... tau kah kau diluar sana mereka menghujat kita... tau kah kau diluar sana IT bukan sesuatu yang aneh, Tau kah kau bahwa diluar sana orang malaz berjibaku sama hal2222 yang tidaklah penting... tau kah kau diluarsana orang ramai membicarakan kita: negaRA peminta222, pengekspor tki,pembajak kelas kakap,konsumerisme " tau a cuman pakai doang.. buat gak bisa", birokrasi mandeg, politik busuk, grundelan, aaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrgggggggggggghhhhhhhhhhhhhh........... hikzzzzzzzzzzzzzzzzzzz. aku tulis ini dengan luapan kesedihan dan kemarahan terhadap diriku sendiri

Rabu, 04 Februari 2009

Nenek sihir

bingung aku ini... tapi sebenarnya malaz aku mikirkannya.. muak aku... keparat itu lagi-lagi datang dalam mimpiku.. anomali berhijab yang bertahan dengan idealis nya yang konvensional... aku benci dia karena aku benci diriku sendiri... aku muak dengan aku... aku jijik dengan tingkah lakuku.. munafik muda yang berjalan diatas roda-roda pergerakan mahasiswa.... nenek sihir berhijab yang gak pernah tulus... nenek sihir pintar yang progresif... aku marah dengan diriku sendiri.... aku marahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...... nenek sihir cantik itu selalu membayangiku......... menyihir akal sehatku..... tapi aku cinta..... cinta ama nenek sihir.....................

Senin, 26 Januari 2009

ikhlas dan tegas

berada dibawah tekanan, membuat aku tidak nyaman.. berpikir bebas dan kembali ke duniaku adalah sebuah pertimbahan. merasa bersalah menjadi makanan sehari-hari, hidup dalam kesalahan dan keputus asaan. aku bingung, aku muak, aku khilaf,.............. bola sudah bergulir, pemasalahan mulai lahir, kebencian membayangi, nafsu meracuni,........ menyelesaikan masalah, tanpa masalah menjadi pilihan yang sulit dan akan menghasilkan keputusan yang tidak populis... aku berpikir anomali,,,,, dilema berkepanjangan,,,,,,,,, konflik batin tak terdamaikan..... aku memilih untuk menjauh.... sakit memang, tapi ini pilihan diantara pilihan2 sulit lainnya... pengecut menjadi status baruku............ nakal, bengis, playboy, menjadi image baru bagiku,.................... tapi ini hanya cobaan awal di dunia kampus ini, aku tidak mau terhanyut dalam alunan kemunafikan, aku tidak mau bergoyang di kerasnya musik idealisme............... aku adalah aku... aku bukanlah mereka.... terimalah aku apa adanya dengan kelemahanku, atas semua kelebihanku............... persetan dengan mereka,

Selasa, 20 Januari 2009

DIA

sebenarnya semua bermula dari ketidak sengajaan ku melihatnya, memperhatikannya dari jauh, curi-curi pandang, dan alasan klise tanya kabar dan ucapkan selamat Malam. pucuk dicinta ulam tiba. diwaktu duha aku dengar zmz masuk ke telepon genggamku. aku merasa mungkin dari teman kampus atau fans-fans gelap. ya biasalah di semester awal masuk kampus ini banyak wanita dikampus yang tertarik padaku, tapi aku merasa biasa aja. lingkungan kampus yang sedikit glamor membuat aku menutup mata untuk wanita-wanitanya, tapi untuk yang satu ini aku terpesona di buatnya.
aku beranjak dari sajadah usang yang aku bawa dari pematangsiantar, kota kelahiranku. perlahan tapi pasti aku ambil telepon genggamku yang pada saat itu lagi di charge. aku buka kotak masuk dan tiba-tiba aja jantungku berdegup kencang ,bukan tanpa alasan.aku menerima pesan dari my special one,perempuan berhijab, berhidung mancung, berparas cantik,perawakan mungil, kelihatannya dia cerdas dan idealis. " abie... ini abie ya... ini Ratih, maksud Zmz tadi malam apa." Gubraaaaaakzzzzzz. mau pingsan aku menerima pesan singkat darinya. kamar kos yang sempit dan pengap menjadi saksi bisu permulaan kisah cinta ku ini, tiba-tiba akal sehat ku berpikir " alhamdulillah ini pasti akan jadi sejarah akhir tahun yang menggembirakan ".... diperjalanan pulang menuju ambarawa, didalam bus Ramayana Ekonomi yang panas dan berdesak-desakan. aku berebut oksigen dengan buruh-buruh pabrik yang baru aja pulang dari Pabrik-pabrik di daerah Ungaran. tersenyum menjadi obat penawar didalam Bus panas itu. berbekal pesan singkat yang aku terima darinya, serasa bus panas menjadi dingin, sempit menjadi lapang, dan udara segar selalu aku dapatkan, Duuuhh senangya..
Bawen...Bawen.. suara lantang kernet bus ramayana itu menandakan desa ku sekitar 5 kilo lagi dari terminal tua itu. obrolan bahasa jawa penumpang bis membuat aku kesel, karena aku nggak tau apa arti obrolan mereka. Kasian deh aku, serasa berada di luar negri. kisah ini belum usai... bersambung

Senin, 19 Januari 2009

Argentum Waktu Yang menyesatkan

Dilema.... Antara ideologi dan realita... Antara cinta dan dosa... AntAra momen dan kecelakaan kecil,.. Antara dusta dan amarah.... Antara sayang dan benci... Tapi gak penting lah.... Aku sadar... Siapa aku.... Sophos di ambang kehancuran... Melayang di bawa angin... Terkatung2 di bawa ombak... Tapi gak pentinglah... Aku sadar siapa aku... Berangkat dari kebodohan... Di asingkan... Di kucilkan... Di benci... Tapi nggak penting lah.. Aku sadar siapa aku....
aku mau berubah bila aku mengubah pikiranku, berarti aku telah mengubah keyakinanku. bila aku mengubah keyakinanku, berarti aku telah mengubah harapan-harapanku. bila aku mengubah harapan-harapanku,berarti aku telah mengubah sikapku. bila aku mengubah sikapku, berarti aku telah mengubah tingkah laku ku. bila aku mengubah tingkah laku ku, berarti aku telah mengubah kinerjaku. bila aku mengubah kinerjaku, berarti aku telah mengubah nasibku. bila aku telah mengubah nasibku, berarti aku telah mengubah hidupku. aku yakin aku pasti bisa.