Sabtu, 21 Mei 2011

Tugas Blog

1. CARA MEMBUAT BLOG 
Membuat blog di blogger.com sangatlah mudah.
Sekarang saya akan tunjukan cara untuk membuat sebuah account baru di blogger.com, yang 100% gratis. Saya merekomendasikan anda untuk membuat blog di blogger.com karena program ini sangat didukung penuh oleh google, sehingga apabila kita membuat blog disini maka google akan cepat mengindeks blog kita. Alhasil blog kita akan muncul dihalaman pencari google.

  • LANGKAH KE-1 (GETTING STARTED)

Silahkan anda kunjungi website www2.blogger.com
  • LANGKAH KE-2 (CREATE AN ACCOUNT)

Setelah page terbuka, silahkan anda klik CREATE AN ACCOUNT setelah anda klik, maka akan muncul form untuk mengisikan nama dan password. Silahkan isi dan anda harus selalu ingat username dan password yang anda isikan.
Jangan lupa untuk menceklist Term of service agreement.
Kemudian klik tombol panah "Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-3

  • LANGKAH KE-3 (NAME YOUR BLOG)

Bagian ini sangat penting, karena nama dari blog anda nantinya akan menjadi sebuah keyword.
TIPS: agar blog anda mudah terindex oleh search engine(mesin pencari), maka alangkah lebih bagusnya jika anda membuat sebuah kesamaan antara addres dan name dari blog anda!
Sekarang klik tombol panah ORANGE"Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-4

  • LANGKAH KE-4 (CHOOSE YOUR BLOG TEMLATE)

Sekarang anda haya tinggal selangkah lagi untuk mempunyai webblog buatan sendiri!!!
Disini anda ditujukan untuk memilih warna dan bentuk dari web anda. Silahkan pilih sesuai dengan topic dan selera anda.
OK jika anda sudah selesai memilih template, sekarang kita akan lanjut ke langkah berikutnya.
Sekarang klik tombol panah ORANGE"Continue" untuk melanjutkan ke langkah ke-5

  • LANGKAH KE-5 (GENERATE YOUR BLOG)

Sekarang blogger akan menciptakan blog anda. Setelah blog selesai dibuat, maka di browser anda akan ada tulisan "Your Blog Has Beeb Created" Klik start Posting untuk untuk membuat artikel/tulisan pertamamu.
Sekarang Isikan Judul artikel kamu pada kolom tile, dan tulis isi dari artikelmu di bawahnya!

SELAMAT!! sekarang anda sudah mempunyai blog sendiri dan sudah bisa dilihat dari seluruh penjuru dunia manapun :)
..... semoga tutorial cara membuat blog ini bisa berguna tuk andasemua ...



Selasa, 14 Desember 2010

LeadeR oF soPhos..: Gerakan KAMMI di Kampus (Selayang Pandang Kontribusi Substantif

LeadeR oF soPhos..: Gerakan KAMMI di Kampus (Selayang Pandang Kontribusi Substantif

Gerakan KAMMI di Kampus (Selayang Pandang Kontribusi Substantif



Oleh : Febry Arisandi [1]
Selayang Pandang Gerakan
Sejenak  marilah kita kilas balik sejarah lahirnya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (berikut disebut dengan KAMMI). KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir pada ahad tanggal 29 April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang [2]. Ada beberapa Hal yang menjadi dasar Kemunculan Gerakan KAMMI, diantaranya adalah [3]:
1. Adanya indikator yang mematikan potensi bangsa.
2. Urgensi Sebuah Tuntutan Reformasi
3. Adanya Kepentingan Umat Islam Untuk Segera Berbuat
4. Aksi Demontrasi dan Mimbar Bebas Semakin Menjamur.
5. Mahasiswa Islam Merupakan Elemen Sosial.
6. Suara Umat Islam Mulai Terabaikan.
7. Depolitisasi Kampus Memandulkan Peran Mahasiswa.
Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekuensi pada beberapa hal yaitu[4] :
1. KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format bersama KAMMI.
2. KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang
dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan
masyarakat Islami (berperadaban)

3. Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.
4.Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.
Gerakan KAMMI di Kampus (Selayang Pandang Kontribusi Substantif) adalah sebuah catatan kecil tentang kontribusi substantif  KAMMI di kampus dengan mengambil studi kasus di kampus Universitas Diponegoro Semarang. Penulis merasa perlu membuat tulisan ini sebagai bentuk Pembelaan, pengakuan kontribusi nyata, dan upaya mencerdaskan rekan-rekan mahasiswa yang lain  agar tidak terjebak dengan isu-isu Negatif, berita miring, fitnah dan retorika tanpa Data. Di kampus ini, Sebagai insan intelektual sepertinya kita perlu menggali lebih dalam, berdiskusi lebih banyak, membaca referensi yang ada agar kita tidak menjadi “Generasi Buta”yang mudah di giring kesana kemari karena kepolosan kita dalam Bergerak. Untuk itulah “catatan kecil” ini di buat.
Pembelaan
Sampai dengan hari ini KAMMI sering di cap sebagai anak kandung PKS (Partai Keadilan Sejahtera), entah dari mana datangnya hal ini. Dari segi mana di anggap sebagai anak Kandung partai. Apakah dari asasnya? Boleh jadi iya, karena dalam pasal 4 AD (anggaran Dasar) KAMMI di sebutkan KAMMI Berasaskan Islam. Sama seperti PKS yang berasaskan Islam. Tapi apakah sedangkal ini? Jelas kita tahu bahwa ada beberapa partai di indonesia yang berasaskan islam sama seperti PKS, lalu kenapa harus di hubungkan dengan PKS? Atau karena alumni-alumni KAMMI yang berkecimpung di PKS seperti Fahri Hamzah, Andi Rahmat, dll. Tapi apa iya? Lalu apa bedanya dengan HMI yang Alumninya ada di GOLKAR seperti Indra J.Piliang, Akbar tanjung. Ada juga di HANURA seperti Yudi Crisnandi. Atau yang lagi naik daun Alumni HMI di Partai Demokrat yaitu Anas Urbaningrum. Sama juga dengan GMNI yang alumninya banyak menjadi kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP).
Dalam pasal 5 AD KAMMI di sebutkan bahwa KAMMI bersifat terbuka dan Independen. Jadi kebohongan besar yang menyatakan KAMMI “sok ekslusif” dan secara nyata tidak ada hubungan sistematis antara KAMMI dengan Parpol manapun karena jelas sudah di tegaskan “keindependean KAMMI”.  Kita harus bisa membedakan mana tindakan Organisasi, mana tindakan oknum. Dalam GBHO KAMMI di tambahkan lagi dalam pasal 7 tentang Paradigma Gerakan KAMMI, ayat 3 (c,d)  yang menyatakan KAMMI adalah Gerakan sosial Independen yaitu Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan pembebasan yang tidak memiliki ketergantungan pada hegemoni kekuasaan politik ekonomi yang membatasi. Gerakan Sosial Independen bertujuan menegakkan nilai sosial politik yang tidak bergantung dengan institusi manapun termasuk negara, partai maupun lembaga donor. Di perkuat lagi dalam ayat 4 (c,d) bahwa KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstraparlementer yang berarti tidak menginduk pada institusi parlemen maupun pembentuk parlemen (partai politik dan senator). Independensi sikap politik bulat utuh tanpa intervensi partai apapun. Serta bergerak di luar parlemen dan partai politik, sebagai representasi rakyat secara independen.
Gerakan KAMMI menyadari potensi politik KAMMI sebagai Gerakan Mahasiswa.  Ekspresi gerakan KAMMI adalah ekspresi moral yang berdimensi politik, dan ekspresi politik yang berdasar pada prinsip moral dan intelektual. Sebagai gerakan politik yang berbasis moral, KAMMI tidaklah berpolitik pragmatis yang berorientasi kekuasaan baik bagi gerakan maupun kadernya, tetapi konsistensi KAMMI terhadap prinsip tersebut tidak akan menyebabkan KAMMI berjauhan dan antipati dengan Partai Politik yang bekerja dalam ranah politik praktis. Dalam bingkai independensinya, KAMMI akan siap bekerja sama dengan mereka yang menurut KAMMI masih mengedepankan intelektualitas, nurani, dan kepeduliannya pada rakyat dalam berpolitik (GBHO BAB III Posisi KAMMI,Pasal 14).
Pengakuan Kontribusi Nyata
            “KAMMI Bukan Gerakan Bayaran”. Sepenggal kalimat yang pernah penulis lihat dan dengar beberapa hari ini. Mengingat ajang pemilihan Raya yang sedang berlangsung di UNDIP. Tidak dapat di pungkiri bahwa kader-kader KAMMI bermain dalam suksesi kepemimpinan di setiap fakultas dan universitas. BEM sekali lagi menjadi sasaran empuk berbagai elemen tak terkecuali partai politik yang mencoba mengkondisikan mahasiswa lewat berbagai macam cara-cara yang tidak sehat. Karena BEM merupakan lembaga strategis yang dapat digunakan untuk melancarkan berbagai macam strategi. Manakala di pegang orang-orang yang benar. Maka strategi yang baik lah yang di lancarkan. Tapi celakalah jika di pegang orang-orang yang “buta kekuasaan”, “pragmatis absolut”, yang bergerak bukan berdasarkan suara hati tetapi “pesanan” dari luar maka tunggulah kehancurannya.

            Selama kurang lebih 2 tahun penulis bekerja bersama-sama dengan kader-kader KAMMI, perlu rasanya kita membangun mental model yang baik agar kita bisa menjadi pribadi-pribadi yang open minded dan profesional. Mengapa? Karena penulis melihat ada kebuntuan komunikasi lintas gerakan yang kemudian menghambat jalannya kedewasaan berpolitik mahasiswa UNDIP.  Karena itu KAMMI meyakini bahwa KAMMI dan beragam gerakan mahasiswa dan gerakan kepemudaan di Indonesia adalah elemen bangsa yang akan menjadi pewaris sah dari masa depan bangsa ini. KAMMI adalah generasi muda yang menjadi sumberdaya bangsa masa depan (iron stock). Generasi muda adalah generasi yang bersifat idealis dengan cita-cita terhadap bangsanya. Generasi muda adalah generasi yang selalu kritis terhadap kondisi yang stagnan (status quo). Maka KAMMI bekerjasama dengan seluruh elemen gerakan mahasiswa dan gerakan kepemudaan dalam kesamaan prinsip komitmen kebangsaan yang tulus, bukan karena kepentingan politik pragmatis. KAMMI meyakini bahwa interaksi mu’amalah KAMMI dengan beragam gerakan pemuda dan mahasiswa adalah interaksi positif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan sebagai pembelajaran bagi masa depan saat KAMMI bersama-sama mewarisi bangsa ini (GBHO BAB III Posisi KAMMI,Pasal 9 ).
            Penulis sering berhubungan dengan berbagai macam gerakan ekstrakampus lainnya, yang sepanjang penulis amati bahwa KAMMI adalah gerakan yang konsisten dengan misi-misi perbaikan kampus, masyarakat dan Negara. Pergerakan yang di lakukan KAMMI didasari satu niatan utuh dan lurus untuk perbaikan, bukan didasari dendam murahan, dan titipan partai tertentu. Kontribusi substantif adalah kontribusi menyeluruh dan utuh. Yang mengutamakan perbaikan-perbaikan umat, bukan karena jabatan dan iming-iming uang. Penulis percaya dan berharap KAMMI tetap konsisten di jalan perbaikan ini.
Akhirnya...
KAM(M)I  adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa KAM(M)I  bertindak. KAM(M)I  hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.[5]
KAM(M)I  adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan, politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang efektif dan efisien, panglima yang gagah berani dan pintar bersiasat, prajurit yang setia, diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.[6]


Catatan Kaki :
[1] Febry arisandi adalah mahasiswa FH UNDIP angkatan 2008
[3] ibid
[4] ibid
[5] di sesuaikan dengan kredo Gerakan KAMMI (GBHO, Pasal 4)
[6] ibid

Mahasiswa Dalam Aksi dan Pergulatan Pemikiran (sebuah Sumbang Saran )

Oleh: Febry Arisandi
Memulai semua ini dengan mengingat pepatah para ilmuan Prancis, La Historie Se Pete (sejarah Akan selalu berulang). Pepatah singkat padat makna yang patut di jadikan rujukan Mahasiswa Hari ini, Generasi Penikmat Demokrasi, Generasi Bebas ekspresi. Sedikit mengulang sejarah pergerakan Mahasiswa setiap Zaman yang kerap menjadi cerita Heroik di setiap Kegiatan-kegiatan Kepemimpinan Mahasiswa atau kegiatan terkait lainnya. diantaranya adalah Pergerakan Mahasiswa Angkatan 66 dengan membumikan isu otoritarian state dengan icon Tritura, angkatan 74 dengan peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang menuntut otonomisasi negara dari Intervensi Asing, angkatan 78 mengangkat isu perluya realisasi Demokrasi, akuntabilitas, serta pelaksanaan pancasila dan UUD 1945 secara Murni, dan yang tak kalah heroik adalah Angkatan 98 yang menggemakan Isu Reformasi yang kemudian di jawab Presiden Soeharto dengan mengundurkan Diri dari kursi “kerajaannya”. Lalu bagaimana dengan Pergerakan Mahasiswa saat ini?
Mahasiswa Dalam Aksi dan Pergolakan Pemikiran (sebuah sumbang saran) adalah upaya mewujudkan kesatuan Pergerakan Mahasiswa. Hari ini kita masih merasakan adanya perpecahan di kalangan mahasiswa, hal itu dianggap suatu hal yang biasa sebagai konsekuensi logis dari Demokrasi dengan kebebasan berserikat dan berpendapat. Tetapi sampai kapan harus Berpecah Belah? Dalam bahasa sederhannya masih ada penerapan “management kepiting” di lingkungan mahasiswa sendiri. Padahal masih banyak Agenda-agenda penting Kampus, Masyarakat, Negara yang kemudian membutuhkan sentuhan Mahasiswa di dalamnya. Idealisme itu bukan hanya berada di luar sistem yang ada, terkadang kita harus masuk kedalam sistem dan perbaiki sistem itu dari dalam.
Aksi hari ini janganlah di sempitkan maknanya hanya sekedar turun ke jalan menuntut ini dan itu. Tetapi kita buka jalan dan defenisi seluas-luasnya untuk Aksi Mahasiswa yang tentu niatan awalnya murni dari suara hati. Bukan Hasil Intervensi Partai Politik, Ormas,dan pihak ketiga yang berkepentingan. Pergerakan Mahasiswa berbasiskan Ilmu Pengetahuan (student movement based on knowledge) bisa menjadi salah satu alternatif pilihan gerakan mahasiswa yang hendak mengimplementasikan Aksi-aksi perbaikan Kampus, Mayarakat, dan Negara. Bagaimana dengan Disiplin Ilmu yang kita pelajari, kita mampu berkontribusi buat lingkungan di sekitar kita. Boleh lah di katakan kita belajar sekaligus menerapkan Ilmu yang kita dapat di “laboratorium kehidupan’ yang luas ini.
 Vertical Movement dan Horizontal Movement adalah dua Hal pengamplikasian Aksi yang sering di dikotomikan rekan-rekan mahasiswa. Vertical Movement  disini maksudnya adalah Pergerakan mahasiswa dalam melakukan studi evaluatif, memberikan kritik terhadap pemerintah, memberikan solusi dan rekomendasi untuk perbaikan kedepannya. Baik tingkat kota, provinsi sampai tingkat pusat. Vertical movement ini merupakan salah satu bentuk pengaplikasian dari pasal 28 E ayat 3 UUD 1945 dimana di katakan Bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan  berserikat,  berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Pergerakan atau Aksi berikutnya disebut dengan Horizontal Movement, maksudnya adalah pergerakan Mahasiswa dimana rekan-rekan mahasiswa bergelut dengan misi-misi sosial kemasyarakatan bisa saja dengan membuat desa binaan, “sekolah langit” buat anak jalanan, kewirausahaan, parade seni dan budaya nusantara guna melestarikan ke unikan indonesia sebelum di klaim negara asing, menjadi relawan-relawan dalam bencana (pengelolaan bencana), misi-misi akademis dan prestasi seperti mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah dan masih banyak lagi.
Pergerakan mahasiswa di tingkat kampus kerap di pengaruhi gerakan-gerakan ekstraparlementer (KAMMI,HMI,GMNI,PMII,IMM, dll) yang kemudian masuk kedalam ranah pergulatan pemikiran mahasiswa yang berdampak pada Aksi-Aksi yang di lakukannya buat Kampus, Masyarakat dan Negara. Gerakan Mahasiswa Ekstraparlementer pada hakekatnya baik untuk wadah pengembangan kepribadian  mahasiswa itu sendiri tapi terkadang Gerakan Ekstraparlementer ini di anggap sebagai “biang kerok” perpecahan mahasiswa. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Gerakan Ekstraparlementer di Cap sebagai “alat pemecah persatuan Mahasiswa” diantaranya adalah “rebutan” kader dari internal kampus,  keterlibatan aktif dalam pergerakan internal kampus yang di lakukan oleh kader-kader hasil rekruitment dari kampus yang bersangkutan. contoh kasus dalam pemilihan raya kampus (pemilihan ketua BEM,SENAT dll) ajang ini menjadi penting buat pendidikan demokrasi di kampus, tapi karena dampak “ketidakdewasaan” dalam berdemokrasi, yang menjadi  pemenang terkadang menjadi sombong dan “menutup pintu” bagi Gerakan ektra lain yang menjadi “lawan politik” dalam ajang “pemilu kampus” tersebut. Dan yang kalah cenderung menjauh dan menjadi “oposisi permanen kampus”. Bolehlah kita menganggap hal ini sebagai suatu hal yang biasa dalam proses belajar. Tetapi kalau kebiasaan saling tarik menarik, menjatuhkan sana-sini, mempertahankan Hagemoni guna mengawal kepentingan Golongan. Maka yang tergolong kategori kebiasaan Buruk ini akan “merasuk ke alam bawah sadar Mahasiswa”. Mudahnya saja, kalau  urusan kekuasaan di kampus  mahasiswa sudah begitu gampangnya saling membenci, bagaimana dengan urusan yang lebih besar?, sudah barang pasti energi kita akan habis mengurusi perdebatan dan pertarungan buta ini. Lalu,  kapan kita Kontribusinya buat Rakyat? maka dosa besar kalau kemudian Kebencian-kebencian itu “diwariskan” ke adik-adik angkatannya.
Aksi dan Pergulatan Pemikiran mahasiswa sering sekali menjadi “batu besar” yang menghalangi jalannya “air” dari hulu ke hilir. Di mana mahasiswa sering sekali berdebat hebat tentang mana yang lebih penting, mana yang harus di dahulukan, mana yang cocok dengan kondisi kekinian antara vertical Movement dan horizontal Movement. Padahal kedua pergerakan ini menjadi “Ruh Perjuangan Mahasiswa” yang kemudian menjadi elemen unik pembentuk karakter Gerakan Mahasiswa. Pergulatan pemikiran yang tak berujung membuat mahasiswa “sibuk” dengan urusan hagemoni dan agenda-agenda Golongannya. Padahal dalam sila ke-3 pancasila kita di ajarkan tentang “persatuan Indonesia”. Kebebasan itu boleh-boleh saja, karena konstitusi menjamin hal itu. Tapi jangan “kebablasan” berujung “egosentris” dan suka membeda-bedakan diri dari yang lainnya. Mahasiswa itu satu, untuk Kampus, Masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di tegaskan  dalam pasal 27 ayat 3 di katakan bahwa “setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.. termasuk di dalamnya mahasiswa punya tanggung jawab yang besar di dalamnya. Kampus merupakan laboratorium kecil  kehidupan masyarakat. Kalau  sudah dari kampus kita di ajarkan, di didik, dan “terbiasa” dengan ideologi pecah belah, benci membenci maka kebiasaan buruk itu akan terbawa sampai kita mendapat kesempatan melanjutkan tongkat estafet perbaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebuah keniscayaan, bahwa  Mahasiswa dalam Aksi dan Pergulatan Pemikiran hendaknya mengambil pancasila sebagai Rujukan ideologi Pemersatu. Yang telah di sepakati bersama oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat. Lakukan yang bisa kita lakukan untuk perbaikan kampus, Masyarakat dan Indonesia tercinta. Hakekat pergerakan Mahasiswa adalah bergerak. Kalau mahasiswa sudah “diam” berarti itulah tanda-tanda redupnya Lentera perubahan Bangsa. Saling belajar dan menghargai sesama adalah wujud dari mahasiswa yang Negarawan. Akhirnya, perbedaan adalah sebuah keniscayaan, dia menguatkan bukan melemahkan, semoga.
Salam Pergerakan Mahasiswa, Jayalah Indonesia, Harapan Itu masih ada !!!

Senin, 19 Juli 2010

Malcom X... Perjuangan Dakwah Islam di amerika


Pada tanggal 19 Mei 1924 di Omaha, Nebraska, seorang bayi kulit hitam lahir dan diberi nama Malcolm Little. Kelak, bayi itu begitu terkenal dengan nama Malcolm X, dan setiap orang kulit hitam muslim di AS tahu siapa Malcolm X .”X”, nama yang diberikan oleh orang yang membuatnya menjadi muslim.”X” suatu cara untuk mengidentifikasikan dirinya dengan budak-budak hitam Afrika yang diangkut ke Amerika. Dulu, pada abad ke-19, bahkan nama orang-orang hitam itu tak diacuhkan oleh pedagang-pedagang budak, dan karena itu mereka hanya disebut sebagai “X”.


Malcolm X (19 Mei 1925–21 Februari 1965) adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Malcolm Little, seperti kebanyakan kaum kulit hitam pada awal tahun 1900-an di Amerika, sering berkabung dalam kemelaratan, dan menghirup udara perbedaan perlakuan ras. Ayah Malcolm, Earl Little, adalah pendeta Gereja Baptis. Dia aktif dalam organisasi UNIA (Asosiasi Perbaikan Kaum Negro Sedunia). UNIA mengibarkan panji-panji kaum kulit hitam asli, dan menganjurkan kembali ke Afrika tanah nenek moyang mereka. Begitu tumbuh dewasa, Malcolm seperti ayahnya: tinggi, besar, dan gagah.


"Saya tahu masyarakat seringkali membunuh orang-orang yang berusaha mengubah mereka menjadi lebih baik. Jika saya mati dengan membawa cahaya bagi mereka dengan membawa kebenaran hakiki yang akan menghancurkan kanker rasisme yang menggerogoti tubuh Amerika Serikat (AS) semua itu terserah kepada Allah SWT. Sementara itu kesalahan atau kekhilafan dalam upaya saya itu semata-mata adalah dari saya sendiri". Demikianlah pesan terakhirnya dalam buku "Malcolm X", Sebuah Otobiografi yang ditulis oleh Alex Harley.

Semasa kecilnya Malcolm dan keluarganya sering menjadi sasaran penembakan, pembakaran rumah pelecehan dan ancaman lantaran ayahnya adalah anggota UNIA yang militan, hingga semuanya memuncak saat ayahnya dibunuh kelompok rasis kulit putih ketika Malcolm berusia enam tahun.

Kehilangan ayahnya merubah kehidupannya sehingga menjadi anak yang liar. Sekolahnya terputus tatkala usianya mencapai 15 tahun. Selanjutnya jalanan dan germerlap dunia hitam yang membuatnya terjerumus dalam berbagai kehidupan antargank pencurian mariyuana narkotika minuman keras perjudian dan pelacuran baik selagi di kampungnya maupun setelah pindah ke Harlem (wilayah terkenal bagi orang Negro) di New York

Pada usia 20 tahun dia diajukan ke pengadilan atas kasus pencurian dan ditahan hingga berusian 27 tahun. Seperti layaknya narapidana lainnya, banyak keonaran yang dia lakukan di penjara namun dia suka menyendiri di balik kamar tahanannya.

Dia menemukan apa yang dinamakan pencerahan diri mulai dari membaca menulis di dalam penjara Chalestown State. Kemudian terjadi surat-menyurat antara Malcolm dan saudaranya Philbert serta diskusi dengan saudara kandungnya Hilda yang sering mengunjunginya selama dipenjara khususnya mengenai ajaran agama Islam tempat kedua saudaranya adalah pengikut Nation of Islam (NoI). Berawal dari sinilah dia mengenal NoI, masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat dengan Mr Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat.

Pada hari pembebasannya Malcolm langsung pergi ke Detroit untuk bergabung dengan kegiatan NoI. Dengan bergabungnya Malcolm, NoI berkembang menjadi organisasi yang berskala nasional. Malcolm sendiri menjadi figur yang terkenal di dunia, mulai dari wawancara di televisi, majalah, dan pembicara di berbagai universitas dan serta forum lainnya. Kepopulerannya terbit berkat kata-katanya yang tegas dan kritis seputar kesulitan yang dialami kaum negro, diskriminasi, dan sikap kekerasan yang ditunjukkan kaum kulit putih terhadap kaummnya.

Namun sayangnya, NoI juga memberikan pandangan-pandangan yang bersikap rasis sehingga ia menolak bantuan apapun dari kalangan kulit putih yang benar-benar mendukung perjuangan antidiskriminasi. Bahkan selama 12 tahun Malcolm mendakwahkan bahwa orang kulit putih adalah iblis dan yang terhormat adalah Elijah Muhammad adalah utusan Allah.

Pandangan tersebut tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam sendiri yang tidak membedakan kehormatan dan kehinaan seseorang berdasarkan ras serta tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.

Pandangan rasis dari NoI membuat Malcolm kemudian menyadari bahwa hal tersebut sebagai sebuah ajaran yang tidak rahmatan lil alamin. Karena hal itu Ia pun keluar dari NoI dan berniat mendirikan organisasi sendiri, selain masalah internal NoI.

Bahkan Malcolm mengatakan, dirinya sering menerima teguran bahwa tuduhan white indicting yang dia lontarkan tidak memiliki dasar dalam perspektif Islam. Di antaranya yang memberikan teguran adalah justru dari kalangan Muslim Timur tengah atau Muslim Afrika Utara. Meski demikian mereka menganggap dia benar-benar memeluk Islam dan mengatakan jika dia berkesempatan mengenal Islam sejati pasti akan memahami ajarannya dan memegang teguh ajarannya.

“Pada usiaku yang ke-39, aku berada di kota suci Mekah. Saat itulah, untuk pertamakali dalam hidupku, aku berdiri di hadapan Ciptaan Yang Mahakuasa dan aku merasa menjadi manusia utuh.” (The Autobiography of Malcolm X, seperti yang dituturkan kepada Alex Haley)

Setelah melakukan perjalanan ibadah haji dia mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangannya selama ini, apalagi setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari belahan bumi, dari berbagai ras, bangsa dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan

Beliau berkata, "Pengalaman haji yang saya alami dan lihat sendiri benar benar memaksa saya mengubah banyak pola pikir saya sebelumnya dan membuang sebagian pemikiran saya. Hal itu tidaklah sulit bagi saya." Kata-kata ini sebagai bukti bahwa dirinya mengubah pandangan dari memperjuangkan hak sipil orang negro ke gagasan internasionalisme dan humanisme Islam. Malcolm X pun berganti nama menjadi Haji Malik kemudian berkata:

"Perjalanan haji telah membuka cakrawala berpikir saya dengan menganugerahkan cara pandang baru selama dua pekan di Tanah Suci. Saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Serikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Benar pada masa lalu saya bersikap benci pada semua orang kulit putih namun saya tidak merasa bersalah dengan sikap itu lagi karena sekarang saya tahu bahwa ada orang kulit putih yang ikhlas dan mau bersaudara dengan orang negro. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang negro".

Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia.

Referensi :

- http://abdilatief.wordpress.com/2009/10/19/malcolm-x-pendakwah-besar-amerika-part-1/
- http://tokoh-muslim.blogspot.com/2009/01/malcolm-x.html

Biografi Soe Hok Gie ( 1942-1969)..

Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. Seorang putra dari pasangan Soe Lie Pit —seorang novelis— dengan Nio Hoe An. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan, Soe Hok Gie merupakan adik dari Soe Hok Djie yang juga dikenal dengan nama Arief Budiman. Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.



Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie dan Soe Hok Djin sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta. Menurut seseorang peneliti, sejak masih Sekolah Dasar (SD), Soe Hok Gie bahkan sudah membaca karya-karya sastra yang serius, seperti karya Pramoedya Ananta Toer. Mungkin karena Ayahnya juga seorang penulis, sehingga tak heran jika dia begitu dekat dengan sastra.

Sesudah lulus SD, kakak beradik itu memilih sekolah yang berbeda, Hok Djin (Arief Budiman) memilih masuk Kanisius, sementara Soe Hok Gie memilih sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada di daerah Gambir. Konon, ketika duduk di bangku ini, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen Pramoedya: “Cerita dari Blora” —bukankah cerpen Pram termasuk langka pada saat itu?

Pada waktu kelas dua di sekolah menangah ini, prestasi Soe Hok Gie buruk. Bahkan ia diharuskan untuk mengulang. Tapi apa reaksi Soe Hok Gie? Ia tidak mau mengulang, ia merasa diperlakukan tidak adil. Akhirnya, ia lebih memilih pindah sekolah dari pada harus duduk lebih lama di bangku sekolah. Sebuah sekolah Kristen Protestan mengizinkan ia masuk ke kelas tiga, tanpa mengulang.

Selepas dari SMP, ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra. Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain jurusan, yakni ilmu alam.

Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.

Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.

Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.

Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.

Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.


Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.

Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung tersebut.


Makam soe Hok Gie
24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang. Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.



Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.”

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”

Selain Catatan Seorang Demonstran, buku lain yang ditulis Soe Hok Gie adalah Zaman Peralihan, Di Bawah Lentera Merah (yang ini saya belum punya) dan Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan serta riset ilmiah DR. John Maxwell Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani.

Tahun depan Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production akan meluncurkan film berjudul “Gie” yang akan diperankan oleh Nicholas Saputra, Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Saat ini sudah memasuki tahap pasca produksi.

Catatan Seorang Demonstran

John Maxwell berkomentar, “Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional” ujarnya. “Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie” tuturnya.

Ref : http://prasetyaade.blogspot.com/2006/12/presiden-soekarno-presiden-pertama.html
http://yulian.firdaus.or.id/2004/12/16/soe-hok-gie/
http://id.wikipedia.org/wiki/Soe_Hok_Gie

Muslimah, Apa arti Jilbabmu ?

Jilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek
Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau coklat karena
termakan iklan pingin berkulit putih
Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai
Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab
Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya
Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat
kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab
Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim ...

Muslimah, lebih dari itu semua, ketahuilah bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menjadi kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan memerintahkannya, dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya kecuali memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka.

Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar'i jika ia telah mencapai usia baligh dan lebih banyak menetap dirumah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33, "Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahli bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Juga dalam QS. An-Nuur 3, "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, "Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah
adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Bagi saudari-saudariku yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat diatas, bukan maksudku untuk meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua dalam berpakaian mauslimah yang syar'i, karena di zaman yang serba modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh buaian dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah. Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin, dengan saling mengingatkan di antara kita, Insya Allah akan menambah keimanan kita .

Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan jilbab syar'i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya. Dan juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau anak-anak perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai pertanggungjwaban.

Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang bertanggung jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena kita tahu kita lebih takut kepada Allah.

Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa?

1. Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan
2. Tebal dan tidak transparan
3. Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya
4. Longgar tidak menggunakan wangi-wangian
5. Tidak menyerupai kaum laki-laki
6. Tidak berbusana seperti wanita non-muslim
7. Tidak mencolok

Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda bisa mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul "Pakaian Wanita Muslimah" karya Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita, anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita dan juga busana kita sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai pahala.

Saudariku, semoga tulisan sederhana saya ini bisa kembali mengingatkanku dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan yang baik, Nabi Muhammad Saw. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin

Penulis: Anindya Sugiyarto, Ibu rumah tangga dengan dua orang anak, tinggal di Rawasari, Jakarta Pusat..... di copy dari: http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/muslimah-apa-arti-jilbab-bagimu.htm